Tahukah Anda, ada perbedaan mendasar antara wanita dan pria yang berselingkuh?

Memang sih, namanya juga sama-sama berselingkuh. Tapi ternyata, ada perbedaan di antara perselingkuhan yang dilakukan pria dengan yang dilakukan wanita.
  • Walau pun sama-sama berselingkuh, dan berbuat dosa, namun ada perbedaan besar antara keduanya. Mengapa tidak semua rumah tangga mampu mengatasi perselingkuhan? Ada pendapat yang mengatakan bahwa jika seorang wanita selingkuh, rumah tangganya cenderung bubar daripada jika pria yang melakukannya. Dan inilah kenyataannya, karena pria dan wanita berpendapat dan berperasaan lain dalam hal seks serta hubungan pasutri.

  • Pria biasanya dapat membagi-bagi pikirannya dalam hal seks dan hubungan intim. Bagi pria seks adalah seks dan hubungan pasutri tidak ada kaitannya dengan itu. Karenanya seorang pria yang selingkuh dapat berbuat demikian tanpa menaruh perasaan yang dalam terhadap pacarnya, sementara wanita yang selingkuh memiliki pendapat yang berbeda, baginya seks dan hubungan emosi saling berkaitan sehingga sulit baginya untuk memecah-mecah pikirannya.

  • Dengan kata lain, bila wanita selingkuh, biasanya ada unsur romantisme, keintiman, hubuangan perasaan, atau cinta. Sebaliknya pria, lebih cenderung selingkuh untuk memenuhi desakan seks, hampir tanpa perasaan yang intim. Tentu saja pria selingkuh karena mereka merasa dicintai dan juga daya tarik seks dari pacarnya, tetapi kebanyakan tidak begitu. Bagi mereka perselingkuhan adalah sebuah kesempatan, tindakan khusus dalam seks yang, pada pendapatnya, tidak mempengaruhi hubungan utama mereka. Kenyataannya, bila ditanya, banyak pria mengatakan bahwa mereka sangat bahagia dalam hubungan utama mereka, mereka mencintai pasangan hidup mereka, hubungan seks mereka hebat dan walau pun mereka selingkuh, mereka tidak berniat mengakhiri rumah tangga mereka.

  • Wanita jarang berbuat seperti itu. Bagi kebanyakan wanita, perasaan yang intim sama pentingnya dengan seks. Karena itu, wanita cenderung tidak berselingkuh kecuali rumah tangganya kurang bahagia atau dia memiliki koneksi intim dengan pacarnya — dan kedua hal ini dapat mengakibatkan seorang wanita meninggalkan rumah tangganya.

  • Ada sebuah studi terkenal yang menunjukkan pria dan wanita menonton video dua pria yang berhubungan seks dan dua wanita yang berhubungan seks. Kaum pria yang mengikuti tes ini sangat menunjukkan kekhasan kaumnya: Pria yang tidak homo hanya bergairah melihat video yang menunjukkan kaum wanita bercinta, dan pria yang gay tertarik hanya oleh video yang menunjukkan dua pria bercinta. Sementara itu, dua pertiga dari kaum wanita tidak peduli kecenderungan seks-nya, merasa bergairah menonton keduanya — khususnya, video yang menunjukkan koneksi emosi dan psikologi. Bukan hanya riset ini yang mengatakan demikian, banyak studi lain memperoleh hasil yang sama, memberi bukti bahwa, pada umumnya, wanita tertarik dan bergairah melihat keintiman emosional (khususnya dalam hubungan yang permanen), sementara pria lebih tertarik pada hubungan seks.

  • Advertisement
  • Dengan kata lain, gairah seks pria lebih terdorong oleh unsur jasmani daripada psikologi. Itulah sebabnya situs porno yang diciptakan bagi kaum pria memiliki skenario yang pendek dan memusatkan pada bagian-bagian tubuh, perilaku seks yang berlebihan dan tidak ada lagi lainnya. Bahkan buku porno bagi pria cenderung untuk berpusat pada perbuatan seks daripada hubungan emosi dan perasaan.

  • Tidak demikian dengan wanita. Bukalah buku roman, atau tontonlah True Blood, Twilight atau sastra roman dan erotika lain yang berorientasi pada wanita dan Anda dapat melihatnya dengan jelas. Dalam cerita-cerita seperti itu, Anda akan menemukan sedikit saja hubungan seks yang tidak memiliki hubungan emosional, semata-mata hubungan jasmani. Sebaliknya Anda akan melihat pria-pria berandalan berdada bidang, berahang kaku, bersuara dalam yang luluh hatinya begitu mereka melihat tokoh wanita cerita itu. Ini juga terjadi dalam cerita yang lebih banyak mengandung seks seperti serial Fifty Shades of Grey, di mana pria yang berandalan bertemu dengan gadis yang sangat baik yang dalam hatinya tahu dia dapat menemukan kebaikan dalam diri pria itu dan membuat hubungan mereka serasi.

  • Pria tidak perlu jatuh cinta untuk menikmati seks. Bahkan mereka tidak perlu saling menyukai; yang mereka perlukan hanyalah rangsangan. Pada umumnya lebih sulit untuk membuat wanita tertarik pada seks karena mereka menginginkan suara yang dalam DAN lengan yang berotot DAN rasa humor DAN seorang yang mau mendengarkan DAN berkeinginan mempunyai anak DAN mengurus rumah bersama DAN banyak hal lainnya.

  • Perbedaan ini muncul dari evolusi selama ribuan tahun. Peneliti Ogi Ogas dan Sai Gaddam menguraikan ini dalam buku mereka A Billion Wicked Thoughts (Milyaran Pikiran Jahil):

  • "Ketika mempertimbangkan seks dengan seorang pria, wanita harus memikirkan jangka panjangnya. Pertimbangan ini bahkan bukan diambil secara sadar, melainkan bagian dari perangkat di bawah alam sadar yang muncul untuk melindungi wanita selama ratusan ribu tahun. Seks dapat mengakibatkan wanita mengalami perubahan seumur hidup: kehamilan, menyusui, dan lebih dari sepuluh tahun membesarkan anak. Tuntutan-tuntutan seperti ini membutuhkan waktu, sumber dan enerji yang luar biasa besar. Seks dengan pria yang salah dapat mengakibatkan hasil-hasil yang sangat tidak menyenangkan."

  • Ogas dan Gaddam menyebut kebutuhan wanita untuk mencari pasangan yang berpotensi fisik dan karakter sebelum dapat merasa bergairah. Mereka menyatakan bahwa mekanisme keamanan dalam diri wanita ini tidak bersedia memberi persetujuan untuk seks sampai berbagai syarat terpenuhi. (Catatan: Wanita yang pernah mengalami trauma seksual cenderung tidak memiliki mekanisme pembelaan diri seperti ini, karena itu lebih mudah terlibat dalam perselingkuhan dan makin mudah menjadi korban di masa dewasa)

  • Advertisement
  • Pria tidak begitu memerlukan perlindungan dari seks yang sembarangan, karena itu mereka tidak mengembangkan penyelidikan dalam diri mereka. Mereka kadang-kadang selingkuh hanya untuk seks, bahkan meski pun mereka sangat bahagia dalam keluarganya. Inilah sebabnya hubungan yang dirusak oleh perselingkuhan seorang pria lebih mudah diperbaiki sesudah perselingkuhan itu terbongkar, dibanding dengan bila wanita selingkuh. Pria bisa dan memang selingkuh walau rumah tangganya bahagia dan rumah tangga seperti ini layak diselamatkan. Sementara itu, wanita cenderung selingkuh bila rumah tangganya tidak bahagia, dan hubungan pasutri yang memang sudah retak itu tidak pantas dibina untuk menjadi hubungan yang penuh kepercayaan dan intim secara emosional.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Tahukah Anda, ada perbedaan mendasar antara wanita dan pria yang berselingkuh?

Memang sih, namanya juga sama-sama berselingkuh. Tapi ternyata, ada perbedaan di antara perselingkuhan yang dilakukan pria dengan yang dilakukan wanita.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr